Nias selatan |tribunniasnusantara.com|
Polemik terkait aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan pada 23 September 2026 kembali mencuat setelah adanya pengaduan masyarakat (Dumas) berkaitan dengan foto yang beredar di media sosial dan mencantumkan akun Fondara Dodo Buulolo.
Menanggapi hal tersebut, Penius Buulolo, selaku penanggung jawab aksi sekaligus orator dan pendamping masyarakat saat kegiatan berlangsung, menegaskan bahwa dirinya berada langsung di lokasi dan siap memberikan klarifikasi apabila diperlukan.
Penius menjelaskan bahwa Fondara Dodo Buulolo merupakan bagian dari peserta aksi sekaligus salah satu pendukung utama dalam jalannya kegiatan penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, aksi sejak awal dilaksanakan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat secara damai dan tertib.
“Fondara Dodo Buulolo merupakan bagian dari anggota aksi dan salah satu pendukung utama dalam jalannya aksi ini. Kami hadir untuk mendukung perjuangan masyarakat dan menyampaikan aspirasi secara damai. Tujuan kami bukan membuat kericuhan, tetapi meminta kejelasan dan kepastian atas pengaduan masyarakat,” ujar Penius.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Penius juga menyoroti kehadiran seorang perempuan bernama Ina Tiari, yang menurut informasi yang diketahuinya diduga merupakan bagian dari media atau insan jurnalistik.
Penius menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan profesi maupun tugas jurnalistik yang bersangkutan. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mencari informasi dan memberitakan suatu peristiwa kepada masyarakat.
Namun, Penius mengaku pada saat penyampaian aspirasi berlangsung, dirinya merasa terganggu oleh suara dan sejumlah pernyataan yang disampaikan perempuan tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut sempat mengganggu konsentrasi dirinya sebagai orator dan memengaruhi suasana penyampaian aspirasi.
“Kalau memang beliau menjalankan tugas jurnalistik, tentu kami menghormati. Wartawan memiliki tugas untuk mencari informasi dan memberitakan fakta. Tetapi jangan sampai aktivitas di tengah aksi justru mengganggu konsentrasi orator ataupun jalannya penyampaian aspirasi,” kata Penius.
Penius juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertanyakan identitas dan kapasitas perempuan tersebut ketika berada di tengah massa aksi.
“Saya sebagai penanggung jawab aksi memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kegiatan tetap tertib dan kondusif.








