Nias Selatan | tribunniasnusantara.com – Sokhiatulo Laia yang karib disapa Talabu dan atau Ama Life Laia. Beliau, dikenal dekat di kalangan Ononiha di Riau. Namanya tersohor sebagai Pengusaha Sukses Ononiha di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Pengusahan yang memiliki sosial tinggi ini dikalangan Ononiha, memiliki catatan sejarah atas kesuksesannya bahwa sejak Tahun 2003 silam. Datang dari kampung (Kabupaten Nias Selatan) mengadu nasib di PT. RAPP dan se’iring waktu berjalan. Ia mendirikan sebuah perusahan yang diberi nama PT. TALABU.
Seiring waktu berjalan juga, sesosok Sokhiatulo Laia ini, berbagai usahanya yang dibangunnya terhitung sejak tahun 2003, terlihat sukses bahkan sampai tahun 2024 lalu, memberanikan diri mengambil suatu keputusan untuk kembali ke kampung halaman dengan niat ikut berpartisipasi membangun daerah asalnya.
Niatnya yang begitu besar dan luhur dalam memperbaiki kabupaten Nias Selatan ini, sehingga dirinya mencalonkan diri jadi bupati Nias Selatan dan Do’a-nya terkabulkan, sehingga ia saat ini, menjadi Visioner dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan Nias Selatan sejak terpilih Bupati Nias Selatan dalam kontestan demokrasi (Pilkada) tanggal 27 November Tahun 2024 silam.
Singkat cerita, Sokhiatulo Laia yang berpasangan dengan Ir. Yusuf Nakhe, M.M pada Pilkada Nisel itu, dan berhasil mengungguli tiga paslon rivalnya dalam perhelatan demokrasi itu dengan perolehan suara sebanyak 64.431.
Sementara itu, Paslon 2 (Firman-Robert) dengan perolehan suara 4.771 dan Paslon 3 (Idialisman-Foluaha Budaya) dengan perolehan suara 31.208 suara. Kemudian Paslon 4 (Fazarius-Sifaoita) sebanyak 31.494 suara.
Terhitung 2 tahun berjalan kepemimpinan Bupati Nias Selatan (Sokhiatulo Laia) bersama Wakilnya (Yusuf Nakhe) dan sudah banyak perubahan pembangunan direalisasikan dan dirasakan secara signifikan oleh masyarakat Kabupaten Nias Selatan.

Perubahan pembangunan yang dilakukan Sokhiatulo Laia sejak memimpin Kabupaten Nias Selatan dan hal sedemikian merupakan salah satu jawabannya terhadap 64.431 orang pendukungnya untuk tak mengecewakan sehingga kinerja Bupati Nias Selatan benar-benar di tunjukkannya melalui realisasi pembangunan di berbagai sektor disana.
Dibawah kepemimpinan Sokhiatulo Laia, kinerja pemerintah kabupaten Nias Selatan 2-Tahun berjalan, mendapat apresiasi masyarakat Nias Selatan, baik pemerintah Provinsi Sumatera utara maupun Pemerintah Pusat.
Adapun bentuk apresiasi yang di berikan masyarakat Nias Selatan, terkait pencapaian program-program yang ditargetkan sejak memimpin Nisel, sehingga pencapaian itu menjadi catatan baik bagi pengamat dan masyarakat dalam realisasi pembangunan daerah oleh Bupati Nisel, baik sebelum dia memimpin maupun sesudah Sokhiatulo Laia menjadi Bupati Nias Selatan.
Sejak Sokhi-Yusuf, dipercaya mengemban amanah masyarakat memimpin Kabupaten Nias Selatan dan sejak itu juga pasangan ini tancap gas untuk menggesa berbagai program pembangunan daerah dengan mengutamakan pembangunan yang dinilai urgen termasuk pembangunan sejumlah jalan dan jembatan dalam memudahkan akses-akses jalan termasuk listrik ke kampung-kampung yang tidak tersentuh listrik.
Ditangan dingin, Sokhiatulo Laia masyarakat Nias Selatan memastikan terlaksana perubahan signifikan di Kabupaten Nias Selatan sesuai makna slogannya : “Talabu Ta’ehaogo Mbanuada Nias Selatan” Dengan ia buktikan komitmennya melalui pembangun Jalan dan Jembatan di wilayah itu.
Jembatan Sungai Masio sepanjang 90 meter, di Desa Hilizomboli, Kecamatan Lahusa menuju Kecamatan Susua, berhasil dilaksanakan dengan sumber pembiayaan APBD Nias Selatan sebesar Rp. 27,7 Milliar Tahun 2026, salah satu karya nyata Sokhiatulo Laia dalam memperbaiki Kabupaten Nias Selatan.
Walaupun kepemimpinan Sokhiatulo Laia masih tergolong seumur jagung dan berbagai pembangunan yang bersifat krusial menentukan kemajuan suatu daerah dan telah dilaksanakan untuk mewujudkan perbaikan perekonomian masyarakat kabupaten Nias Selatan.

Selain Jembatan Sungai Masio dan ada juga pembanguna Jalan penghubung Nisel dengan Nias Barat yang dimulai realisasinya Agustus Tahun 2026 mencakup jalur pantai barat dari Kecamatan Lolowa’u Nias Selatan menuju Nias Barat.
Kemudian penanganan Longsor Jalur Nias dan Nias Selatan dengan perbaikan di titik kritis Desa Sindroro-ndroro Kecamatan Bawalato yang dikerjakan oleh BPJN Sumut dan di targetkan selesai September 2026.
Berbagai realisasi pembangunan di Kabupaten Nias Selatan, merupakan hasil kerja keras Bupati Nias Selatan (Sokhiatulo Laia) dalam menjadikan daerah Nias Selatan sebagai daerah bebas kolusi, KKN dan Nepotisme sesuai visi-misinya yakni Mebangun Masyarakat Adil Makmur, Berdaya Saing Berkelanjutan dan Lestari Berkeadaban.
Kendatipun beberapa waktu lalu ada masyarakat 10 Desa di wilayah Kabupaten Nias Selatan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Inspektorat. Namun hal itu, bukan sebagai bentuk protes kinerja Bupati Sokhi-Yusuf melainkan salah satu dukungan masyarakat kepada Sokhiatulo Laia dalam membersihkan berbagai laporan penggunaan Dana Desa di era kepemimpinan Bupati sebelumnya.
Persoalan dugaan penggunaan Dana Desa di Kabupaten Nias Selatan yang dilaporkan Masyarakat di Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan. Namun hal tersebut, belum mendapat kejelasan sebagaimana harapan masyarakat dalam tuntutannya lewat aksi damai tanggal 23 September 2026 yang diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).
Bila persoalan-peraoalan yang dimaksud ini tidak segera di tuntaskan. Maka hal sedemikian dikhawatirkan akan dijadikan sebagai alat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menghujat kinerja pemerintah Kabupaten Nias Selatan yang sekarang.
Melalui ini, masyarakat 10 Desa di wilayah Kabupaten Nias Selatan meminta Bupati Nias Selatan untuk memanggil pihak Inspektorat dan segera menutaskan seluruh masalah dugaan penggunaan Dana Desa terhitung 2021 s/d Tahun 2024 yang dilaporkan masyatakat ke kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan.
(F.D Buulolo)







